• 15

    Sep

    Buku Kehidupan yang Terbuka

    Buku Kehidupan yang Terbuka.Sebenernya tadi mau nulis yang lain, pengen nulis kesan setelah ikutan #30harinonstopngeblog, tapi rasanya pengen nulis tentang cerita mbak Ade aja deh. :D Tadi liat di BAW mba Ade Anita cerita tentang behind the scene dibalik penulisan buku Yang tersimpan di sudut hati. Buku yang tergolong cepat prosesnya karena hanya sekitar 2-3 bulan udah bisa diterbitkan di toko buku. Ternyata begitu banyak pelajaran berharga yang didapat dari tulisan mba Ade. Bahwa memang belajar dari kehidupan jauh lebih bisa membuat diri kita mawas. Pernah tidak suatu hari kalian merasakan tidak mengetahui hakekat dari kata-kata ajaib yang kita pelajari dalam agama kalian? Dalam hal ini, agamaku: Islam. Aku pernah bertanya-tanya pada diri sendiri, “Baik, aku sudah tahu definisi
  • 14

    Sep

    Pengaruh Vickynisasi terhadap Dunia Editing

    Pengaruh Vickynisasi terhadap Dunia Editing. Kalau kalian pernah dengar tentang kasus Vicky dan Zaskia pasti tahu tentang keunikan Vicky mengucapkan bahasa. Ya, bahasa yang dia pikir intelek tapi jatuhnya malah jadi bikin ilfill. Vicky seenaknya memasukan kata sasi ke berbagai kata yang tidak pada tempatnya. Jadi ribet deh bacanya apalagi memaknainya ya? Saya aja pusing ngucapinnya apalagi si Vicky ya? Atau memang karena dia sudah terbiasa jadi nyante aja nyebut kalimat yang aneh bin ajaib itu? Harmonisasi-lah, labil ekonomi-lah, hahaha. :mrgreen: Wabah Vickynisasi ternyata sudah melebar kemana-mana. Saya pikir awalnya ya buat becandaan aja sih. Tapi kok ya lama kelarnya. Beberapa orang masih membahasnya di status social media. Dan saya malah membahasnya di sini. -_- Btw, soal gaya baha
  • 13

    Sep

    Fenomena Harakiri

    Fenomena Harakiri. Konflik bagaimana pun bentuknya tetap saja membuat tidak nyaman. Situasi ini bisa dialami oleh pihak mana pun. Rasa tidak nyaman saat konflik hadir itu pun pernah membuat saya akhirnya harus mengambil jalan satu-satunya yaitu harakiri dari grup alias mematikan peran saya di grup. Padahal grup tersebut sedang bertumbuh pesat. Padahal saya adalah leadernya. Saya hanya tidak ingin suasana hati ini masuk ke dalam grup dan membuat keputusan-keputusan yang saya ambil sebagai leader terkesan seperti keputusan sebelah pihak tanpa meminta musyawarah. Akhirnya estafet kepemimpinan saya alihkan ke orang lain. Nyatanya, ternyata harakiri saya dari grup membuat saya mencari pelampiasan baru. Suasana baru. Dan grup pun akhirnya mati secara perlahan. Tak ada aktivitas lagi di sana. L
- Next

Ila Rizky

Ila Rizky Nidiana
@ilarizky
sakuraimoet35@gmail.com

Blogger - traveler - writer fb : Ila Rizky Nidiana twitter : @ila_rizky email : sabilla.arrasyid@gmail.com

Follow Me

ngaBLOGburit 2015